Jumat, 21 Juni 2013

KEHABISAN AKAL, REZIM SURIA GUGAT ULAMA ISLAM KE PBB

MENLU Suria melayangkan tiga surat gugatan, yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB, dan Komite Penanggulangan Terorisme PBB.

Dalam surat itu mereka mengklaim bahwa ulama Islam: "Telah mengeluarkan fatwa pengkafiran oknum tertentu, mendukung aksi terorisme dan para teroris!"

Rezim Suria, masih dalam surat gugatan tersebut mengutuk Mesir yang telah membiarkan fatwa-fatwa ekstrem tersebut keluar. Yang berarti Mesir juga terlibat dalam penumpahan darah di Suria.

Rezim Syi'ah juga menuntut PBB menghentikan beberapa negara yang terlibat dalam melakukan pelanggaran dan mengancam keamanan serta stabilitas Suria, seperti Saudi, Qatar, Turki, dll."

Sedangkan di antara ulama yang dituntut oleh Rezim adalah: Syekh Abdul Aziz Alu Syekh (Grand Mufti Saudi), Syekh. DR. Muhammad al-Arrifi (Saudi), DR. Yusuf al-Qardhawi (Mesir), Syekh Muhammad Hassan (Mesir), DR. Shafwat Hijazi (Mesir), Syafi Sultan al-Ajmi(Kuwait). Dll

***
Ibarat kata pepatah Indonesia: Maling teriak maling.. 
Yaa. Inilah Syi'ah. jika orang syi'ah sendiri tidak mengerti kontradiksi dalam agamanya, apalagi mereka yang non-Syi'ah!

http://almokhtsar.com/node/166294

MENLU Suria melayangkan tiga surat gugatan, yang ditujukan kepada Dewan Keamanan PBB, Sekjen PBB, dan Komite Penanggulangan Terorisme PBB.

Dalam surat itu mereka mengklaim bahwa ulama Islam: "Telah mengeluarkan fatwa pengkafiran oknum tertentu, mendukung aksi terorisme dan para teroris!"
...
Rezim Suria, masih dalam surat gugatan tersebut mengutuk Mesir yang telah membiarkan fatwa-fatwa ekstrem tersebut keluar. Yang berarti Mesir juga terlibat dalam penumpahan darah di Suria.

Rezim Syi'ah juga menuntut PBB menghentikan beberapa negara yang terlibat dalam melakukan pelanggaran dan mengancam keamanan serta stabilitas Suria, seperti Saudi, Qatar, Turki, dll."

Sedangkan di antara ulama yang dituntut oleh Rezim adalah: Syekh Abdul Aziz Alu Syekh (Grand Mufti Saudi), Syekh. DR. Muhammad al-Arrifi (Saudi), DR. Yusuf al-Qardhawi (Mesir), Syekh Muhammad Hassan (Mesir), DR. Shafwat Hijazi (Mesir), Syafi Sultan al-Ajmi(Kuwait). Dll

***
Ibarat kata pepatah Indonesia: Maling teriak maling..
Yaa. Inilah Syi'ah. jika orang syi'ah sendiri tidak mengerti kontradiksi dalam agamanya, apalagi mereka yang non-Syi'ah!

Sumber : http://almokhtsar.com/node/166294
Via : https://www.facebook.com/?ref=tn_tnmn#!/pages/Dukung-MUI-Keluarkan-Fatwa-Syiah-Sesat-Dan-Haram-Di-Indonesia/221268711229604?hc_location=stream

Kamis, 13 Juni 2013

Kupu-kupu dulunya Cupu-cupu

Posted by Unknown | 6/13/2013 02:52:00 PM Categories: , , ,
{Kupu-kupu dulunya Cupu-cupu}

Tak bisa dibayangkan, bila dahulu presiden kita saat ini (EsBeYe) dulunya juga seorang anak kecil, yang jika sedang pilek, maka itunya meler, begitupun pak Chairul Tanjung yang katanya anak Singkong, (padahal emak sama bapaknya manusia, bagaimana bisa dibilang menjadi salah satu jenis makanan ? itulah dunia tulisan) yang dulunya pun juga tidak pernah beralaskan alas kaki yang sewajarnya (nyeker), dahulu si fulan itu sebenarnya hanya anak biasa yang terbiasa datang pagi untuk bisa tidur dikelas, dahulu si fulanah itu hanya seorang anak yang mempunyai sebuah buku lusuh yang berjumlah satu dalam tasnya, dahulu begini dahulu begitu.

Dahulu seekor kupu-kupu belum bisa dikatakan kupu-kupu jika ia belum menjalani suatu proses, mulai dari telur, menjadi ulat, menjadi kepompong, barulah setelah itu keluar dan menjadi kupu-kupu (tentunya dia tidak makan nasi dan minum susu pada malam harinya) itu merupakan proses metamorfosa yang wajib terjadi baginya. Jangan dikira bahwa dahulu, Bob Sadino orang yang kaya mendadak tanpa usaha, ia butuh usaha dengan jiwa raganya untuk sukses dalam segala hal, entah waktu, pikiran, tenaga, ilmu dan lainnya, meskipun saat ini, kehidupannya berubah, namun kamu masih bisa lihat ada yang berubah darinya, yaitu celananya (ahh, biarlah ... mungkin saja beliau sejenis kupu-kupu langka, Lho ?).

Begitupun Syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Arify, ketika masih menjadi seorang pelajar [mahasiswa] adalah ahli ceramah dan tahu banyak hal. Dahulu beliau juga seorang pelajar biasa, yang ketika menulis huruf Dal [د] sebelum namanya di cover kitab pegangan kampusnya, ia diejek oleh teman-teman, 'Wakakak, lagak ente pake nambahin huruf dal [doktor]. Khayal aja ente!' Namun kini beliau benar-benar seorang Dal, seorang doktor, seorang kreator dan seorang inspirator yang kalimat-kalimatnya didengar jutaan pasang telinga dan ceramahnya dihadiri sudah jutaan raga.

Dahulu ulat yang hanya dapat berjalan lambat, ia hanya dapat sedikit bergerak dan memakan dedaunan yang cocok baginya untuk dimakan, maka tak heran, banyak yang tidak menyukainya, bentuknya saja seperti itu, terkadang ada yang berbulu, ada yang tidak, dianggap menjijikan serta diremehkan orang yang melihatnya. Bahkan, sebagian mungkin bisa anda lihat, ia dijadikan salah satu hama, sehingga, sedikit seakli diatara mereka yang bertahan. Namun realitanya bercerita lain, ulat-ulat tersebut yang dahulunya dianggap hina dan dianggap remeh oleh sebagian orang, suatu saat akan terbang tinggi, menjadi sebuah ciptaan yang dapat melezatkan pemandangan mata, dapat terbang tinggi diantara indahnya karya pencipta sebagai salah satu pemanis dalam lembutnya alam, bahkan terbang lebih tinggi dibanding mereka yang dahulunya membenci dan meremehkannya.

Begitupun anda, mungkin saat ini anda sedang mengalami masanya, menjadi seseorang yang berjuang keras melawan arus, melewati kerikil-kerikil tajam, serta mengarungi aliran ombak yang begitu deras, terkadang kamu akan terjatuh, dan merasakan cibiran, kesakitan serta kelelahan tanpa ada yang perduli siapa engkau, apa yang engkau rasakan, maka janganlah putus asa, tetaplah kejar ia, semampumu, hingga kelak kau akan ditunjukkan oleh-Nya betapa besar apa yang kau usahakan, dan betapa besar yang Dia lihat, menjadi suatu harmoni yang begitu indah.

Di masa muda, maka harus ada yang merasakan pahit getir perjuangan untuk mendapat kebahagiaan, kenapa tidak ? apakah engkau mau merasa pahit getir di usia senja ? sedangkan yang lainnya telah melewati masa itu dan merasakan hasilnya di usia senja !.

Semua ingin kembali ke rumah di petang zaman.
Semua ingin menikmati indahnya alam bercengkrama di akhir senja.
Semua ingin melewati gerbang sukses di akhir hayat.
Semua ingin tidur tersenyum di dalam keranda menuju pusara.

Namun, tidak semua yang ingin melakukan pengorbanan ...
Namun, tidak semua yang ingin mencicipi pahitnya asam garam perjuangan ...
Namun, tidak semua yang ingin menundukkan waktu

Sebagian ada yang terlena di masa muda,
Sebagian ada yang mengambil rehat dimasa kerja,
Sebagian ada yang tetap tenang menunggu keputusan masa,

Hingga ... jadilah rekaman masa lalu yang pahit untuk diingat, sedih untuk dikenang, dan sesal untuk dibicarakan ...

Maka, ucapkanlah selamat pada kupu-kupu, telah berakhir masa ketika ia rasa malu beradu ...

Ucapkan selamat pada mereka yang sukses...

sukses takkan mendatangi dengan sendirinya, namun datangilah sendiri, maka akan kau lihat panorama lukisan indah senja sebelum kau ucapkan 'selamat tinggal' pada hari dunia.

1 Jumadil Ula 1434 H

Sumber : Catatan Hasan Al-Jaizy

Rabu, 12 Juni 2013

Maksud Ujian Dunia

Posted by Unknown | 6/12/2013 01:17:00 PM Categories: , ,
musibah_cobaan_tanda_Allah_cinta

Inilah yang patut dipahami setiap insan beriman. Bahwa cobaan kadang dapat meninggikan derajat seorang muslim di sisi Allah dan tanda bahwa Allah semakin menyayangi dirinya. Dan semakin tinggi kualitas imannya, semakin berat pula ujiannya. Namun ujian terberat ini akan dibalas dengan pahala yang besar pula. Sehingga kewajiban kita adalah bersabar. Sabar ini merupakan tanda keimanan dan kesempurnaan tauhidnya.
 
 
Dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396, hasan shahih kata Syaikh Al Albani).
 
Juga dari hadits Anas bin Malik, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ
“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031, hasan kata Syaikh Al Albani).
 
Faedah dari dua hadits di atas:
1- Musibah yang berat (dari segi kualitas dan kuantitas) akan mendapat balasan pahala yang besar.
 
2- Tanda Allah cinta, Allah akan menguji hamba-Nya. Dan Allah yang lebih mengetahui keadaan hamba-Nya. Kata Lukman -seorang sholih- pada anaknya,
يا بني الذهب والفضة يختبران بالنار والمؤمن يختبر بالبلاء
“Wahai anakku, ketahuilah bahwa emas dan perak diuji keampuhannya dengan api sedangkan seorang mukmin diuji dengan ditimpakan musibah.”
 
3- Siapa yang ridho dengan ketetapan Allah, ia akan meraih ridho Allah dengan mendapat pahala yang besar.
 
4- Siapa yang tidak suka dengan ketetapan Allah, ia akan mendapat siksa yang pedih.
 
5- Cobaan dan musibah dinilai sebagai ujian bagi wali Allah yang beriman.
 
6- Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia dengan diberikan musibah yang ia tidak suka sehingga ia keluar dari dunia dalam keadaan bersih dari dosa.
 
7- Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak. Ath Thibiy berkata, “Hamba yang tidak dikehendaki baik, maka kelak dosanya akan dibalas hingga ia datang di akhirat penuh dosa sehingga ia pun akan disiksa karenanya.” (Lihat Faidhul Qodir, 2: 583, Mirqotul Mafatih, 5: 287, Tuhfatul Ahwadzi, 7: 65)
 
8- Dalam Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, “Hadits di atas adalah dorongan untuk bersikap sabar dalam menghadapi musibah setelah terjadi dan bukan maksudnya untuk meminta musibah datang karena ada larangan meminta semacam ini.”
 
Jika telah mengetahui faedah-faedah di atas, maka mengapa mesti bersedih? Sabar dan terus bersabar, itu solusinya.
Semoga Allah memberi kita taufik dalam bersabar ketika menghadapi musibah. Wallahul muwaffiq.
 
Sumber : Rumaysho

7 Gedung Parkir Paling Unik Dan Brilian

Posted by Unknown | 6/12/2013 01:10:00 PM Categories: ,
7, Car Park One, Oklahoma City
Tempat parkir yang didesain oleh Elliott and Associates Architects ini merupakan desain dengan struktur klasik. Bangunan ini mencakup satu blok kota dan bisa menampung 791 mobil. Tali yang berada di sepanjang bangunan memungkinkan banyak udara alami dari dunia luar. Tali tersebut terbuat dari logam dan merentang kuat meski terkena sinar matahari. Tali logam tersebut memancarkan warna yang berbeda di setiap waktunya. Tingkat kode dan warna tali logam tersebut membuat pemilik mobil tidak akan tersesat di dalam Car Park One.


6. Herma Parking Building, South Korea


Herma Parking Building merupakan gedung parkir dengan desain ramping dan halus. Gedung parkir yang terletak di Seoul ini didesain oleh JOHO Architecture dengan desain cutting edge yang maksimal. Eksterior unik dari Herma Parking Building ini membutuhkan 600 polikarbonat dan 900 stainless steel.


5. Greenway Self Park, Chicago



Keunikan gedung yang didesain oleh HOK Architects ini tidak hanya terletak dari desainnya, tetapi juga karena Greenway Self Park menggunakan sumber energy alternatif. Chicago terkenal sebagai kota angin, dan tempat parkir ini menggunakan teknologi inovatif turbin spiral yang berada dari bawah hingga ke atap gedung. Desain gedung yang seperti pembuka tutup botol ini bisa menangkal kekuatan angin besar yang mungkin terjadi.


4. Verenda Car Park, Rotterdam


Gedung yang didesain oleh Paul de Ruiter ini bisa memuat 650 mobil di dalamnya. Struktur eksterior Verenda Car Park sangat terlihat halus karena menggunakan bahan alumunium dan kaca. Lantai parkir dibuat sesuai dengan bentuk trapesium agar memudahkan pengemudi untuk memindahkan mobil.


3. Santa Monica Civic Center Parking Garage, California



Santa Monica Civic Center Parking Garage merupakan tempat parkir pertama yang menggunakan energi bersih dan satu-satunya tempat parkir yang bersertifikat LEED. Gedung yang mampu menampung 900 mobil ini dibuat di area seluas 300.000 kaki persegi. Selain itu, Santa Monica Civic Center Parking Garage juga menyediakan 14 tempat parkir untuk kendaraan elektrik.


2. Kansas City Public Library’s Community Bookshelf, Kansas



Tempat parkir Kansas City Public Library dibuat untuk menarik lebih banyak pembaca yang saat ini lebih banyak menggunakan tablet daripada mengunjungi perpustakaan. Garasi parkir Kansas City Public Library dihiasi 22 judul buku raksasa berdasarkan nominasi penduduk setempat. Dua tangga logam yang membentuk visual bookends akan memanjakan mata.



1. Parkhaus Engelenschanze, Jerman



Keindahan kaca tempat parkir Parkhaus Engelenschanze membuat siapa saja akan terkagum-kagum. Halaman terbuka dengan sentuhan oriental, kolam yang tenang, dan air terjun merupakan pemandangan yang bisa dilihat ketika memarkir mobil. Interior yang indah, bangunan yang transparan, dan pemisahan ruang masuk dan keluar yang landai akan membuat siapa pun tidak akan tersesat dan merasa sesak.
 
Sumber : Unik Gaul


Jakarta, kian hari kian terasa panasnya. Mau musim duren, musim rambutan hingga musim pilkadal, tetap terasa panasnya. Penyebab panasnya ini banyak, cuma intinya yang mencakup segalanya hanya satu. Simak ini:

Karyo: "Kenapa Jakarta semakin panas saja?"

Doel: "Karena Matahari buka cabang di mana-mana."

Simple-nya begitu. Ngompreng-ngom...preng, tadinya saya mau menulis status ini dengan bahasa Betawi, tapi sepertinya tidak menarik. Ya sudah, pakai bahasa umum diketahui saja. Tiba-tiba Mas Karyo menyanggah:

"Memangnya Betawi punya bahasa?" dilanjutkan dengan juluran lidah tanda mengejek.

Ini dia. Ketidaktahuan akan suatu hal bukanlah dalil penafian akan hal tersebut. Bahasa Betawi adalah bahasanya orang Betawi. Betawi juga punya bahasa, meskipun 11-15 dengan bahasa Melayu. Tapi, toh Betawi juga punya karakteristik tersendiri dalam berkomunikasi verbal. Seperti juga orang Sunda, Jawa dan orangutan. Mereka semua punya bahasa, bukan?

Jika dikatakan, "Hah, bahasa Betawi itu ndak ada. Yang ada malah Bahasa Indonesia."

Tanggapan, "Nah, lagi-lagi kan, kejahilan dipelihara? Kalau menafikan eksistensi bahasa Betawi dan menghidupkan Bahasa Indonesia, maka saya juga bisa mengatakan, "Bahasa Jawa itu ga ada, yang ada malah bahasa Sanskerta, bahasanya orang kafir. Hayo kowe?""

Bahasa Betawi itu aturannya maklum dan masyhur bagi orang Betawi asli, namun majhul dan ma'duum bagi orang non-Betawi, lebih-lebih bagi orang Jawa yang datang dari desonya dengan keculunan tingkat nasional itu. Tapi, ngakaknya, biar mereka biasanya bermuka culun di awal dan berbahasa ndeso, beberapa tahun kemudian mereka malah menguasai tanah Betawi. Yang Betawi, yang tadinya gagah, bisa menggertak dan bawa senjata daerah ke mana-mana, eeeh...melongo ketika diiming-imingi duit. Apalagi kalau buat pergi haji.

Sebenarnya ada 3 PRINSIP yang ditaati secara umum oleh etnis Betawi sedari jaman dulu. Ketiganya adalah:

[1] Bisa Ngaji
[2] Bisa Beladiri
[3] Bisa Pergi Haji

Orang-orang Betawi angkatan lama prinsip hidupnya begitu. Terasas dari 3 hal di atas. Kalau Anda tidak percaya, tanyakan saja pada orang Madura, pasti mereka tidak tahu. Heheh.

[1] Bisa Ngaji, dalam artian, belajar ilmu agama. Orang Betawi tempoe doeloe memang punya keteguhan dalam masalah agama. Mereka belajar shalat, baca Al-Qur'an dan sebagainya. Ya mirip dengan kaum santri Jawa, namun keumuman orang Betawi soal ilmu agama lebih banyak dibanding Jawa. Jawa masih banyak kaum priyayi dan bahkan santrinya pun ketat dalam urusan tradisi. Kalau Betawi lebih terbuka soal tradisi dibanding Jawa. Andai orang-orang Betawi ga terbuka dan bisa diajak kompromi, Jakarta ga serame sekarang, lho.

[2] Bisa Beladiri. Beladiri ini ditekankan untuk membela diri, bukan untuk menyerang. Dan yang harus dibela bukan hanya diri sendiri saja, melainkan juga orang lain yang memerlukan pertolongan. Konon beladiri dulu mutlak diperlukan untuk pergi haji. Babeh-babeh yang mau pergi haji, harus bisa membela diri dulu. Karena waktu dulu, katanya, dalam perjalanan dari Mekah ke Madinah atau sebaliknya sering diganggu oleh perampok di tengah jalan. Kalau sekarang, you know lah...sebaliknya...kita yang mengganggu. Heheh.

[3] Bisa Pergi Haji. Pelaksanaan prinsip ini, pertama-tama dilakukan dengan rajin bekerja, mengumpulkan uang, yang didapat sedikit demi sedikit lalu dicelengin (ditabung). Celengan adalah babian, karena celeng itu babi. Mungkin asalnya celengan berbentuk babi, dengan motivasi calon gemuk, berisi dan hasilnya bisa dimakan. Tapi, sekarang celengan sudah tidak selaku dulu lagi; karena sekarang zamannya beli pulsa. Jadi, daripada disimpan di celengan, mending duitnya dititipkan di counter terdekat. Orang Betawi yang pergi haji rata-rata adalah orang-orang giat dan sukses. Ehm, sebenarnya yang masyhur dari Betawi itu: mereka cules pemales. Cuma, ya memang begitulah orang....kadang ga mau mengakui kejelekannya sendiri. Kalau karakter Betawi mirip Jawa: giat, ulet, gigih dan tekun, saya yakin sekarang Betawi yang berkuasa di Jakarta. Dan mereka bisa langgeng pergi haji semua.

LOGAT BETAWI

Logat itu berasal dari bahasa Arab: Lughah. Lughah artinya 'bahasa'. Bahasa pun berasal dari bahasa Arab: Bahatsa. Hhhhh....

Logat adalah dialek. Secara umum, logat Betawi terbagi menjadi 4 disesuaikan dengan daerah tertuturnya logat tersebut:

[1] Logat Petamburan dan Tanah Abang (Tenabang).
[2] Logat Jatinegara, Kemayoran dan Kebon Sirih.
[3] Logat Karet dan Kuningan.
[4] Logat pinggiran, seperti Logat Tangerang, Ciputat, Gandaria, Bekasi, dll.

Tiap-tiap logat di atas ada kekhasanannya sendiri, terutama dalam permasalahan huruf E.

Sebenarnya, dari semua bahasa daerah di Indonesia, bahasa yang paling umum dan berpengaruh pada masyarakat Indonesia secara merata adalah bahasa Betawi. Namun, orang-orang non-Betawi (terlebih orang Jawa yang rata-rata ndeso itu) tidak mau mengakui bahwa bahasa Betawi itu ada.

Kadang, orang Jawa yang sedang numpang hidup di Jakarta bilang begini:

"Orang Betawi itu aneh. Mereka bilang ke saya, "Ente dari Jawa?" Ya saya jawab, "Memangnya Jakarta bukan di Jawa?""

Tapi, harusnya orang Jawa juga mengaca diri. Orang Betawi bilang gini:

"Orang Jawa pade-pade muke gile. Dikate kita ga punye bahase. Lha, die ngomong pake kosakate 'pale', 'nyante', 'macet', dikire bahase siape?!"

Orang Jawa ngotot, "Lho, bukan gitu, Pak Haji. Pale itu kepala. Nyantai itu juga Santai. Kepala dan Santai yo bahasa Indonesia, bukan bahasa Betawi."

"Eh, ni bocah, lagake kayak paling tau aje. Loe kire mane duluan: bahasa Betawi ape bahasa Indonesia? Loe kire jaman Belande ude ade bahasa resmi Indonesia?!"

Mas Karyo ampun-ampun. "Iya, Mak Nyak. Mohon mangap sebesar-besarnya." Lalu ia melirik ke Atun, yang tampak semakin gendut karena sebal melihat ketekakan Mas Karyo; sebagaimana sebagian orang Jawa yang tekak. Apa arti Tekak? Bahasa mana itu? Hehe.

Dilanjutkan kapan-kapan lah... Capek juga ngomongin orang Betawi. Ga ada abise, tapi tanah-tanah Betawi makin abis. Buat ape kire-kire?

"Buat Pegi Ajiiiii!"


Sumber : Catatan Hasan Al-Jaizy
Sudah Membaca Al-Qur'an hari ini? Sudah Shalat Wajib pada waktunya ?