Previous Next
  • Imam Syafi'i Dalam Membagi Waktu Malamnya

    Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala (10: 35) menyebutkan, Muhammad bin Basyr Al ‘Akri dan selainnya berkata, telah bercerita pada kami Ar Robi’ bin Sulaiman, ia berkata, “Imam Syafi’i membagi waktu malamnya menjadi tiga: sepertiga malam pertama untuk menulis, sepertiga malam kedua untuk ...

  • Hikmah Diturunkannya Hujan

    Hal ini dapat kita saksikan dalam beberapa ayat berikut ini. “Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran). ” (QS. An Nahl: 65) ...

  • 'Aisyah, Keutamaan dan Keluasan Ilmunya

    sebagaimana yang diriwayatkan putranya Hisyam,”Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar dalam ilmu fiqh (agama), kedokteran dan syair selain Aisyah. “Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih pintar tentang Al-Qur’an , hal-hal yang difardhukan, halal dan haram, syair, cerita Arab dan nasab (silsilah keturunaan) selain Aisyah. ...

  • 5 Tokoh Tanpa Ijazah

    Adam Malik adalah anak ketiga dari sepuluh bersaudara, lalu menempuh pendidikan dasarnya di Hollandsch-Inlandsche School Pematangsiantar. Ia melanjutkan di Sekolah Agama Parabek di Bukittinggi, namun hanya satu setengah tahun saja karena kemudian pulang kampung dan membantu orang tua berdagang. ...

Jumat, 12 September 2014

Sejumlah Pria Bersenjata Serang Kantor Polisi di Thailand Selatan

Posted by Unknown | 9/12/2014 08:41:00 AM Categories:


Jumat 17 Zulkaedah 1435 / 12 September 2014 08:12
patani Sejumlah Pria Bersenjata Serang Kantor Polisi di Thailand Selatan

SEJUMLAH pria bersenjata menyerbu sebuah kantor pemerintah di Thailand selatan Kamis kemarin (11/9/2014), menewaskan empat orang. Pihak kepolisian Thailand menyalahkan pejuang Muslim sebagai dalang dari serangan tersebut.

Polisi mengatakan hingga 10 orang bersenjata memasuki gedung di kota Pattani sebelum tengah hari, kemuian melepaskan tembakan yang menewaskan seketik tiga orang di tempat.
Mereka kemudian menanam bom di dalam gedung dan pintu masuk, kemudian pergi ketika polisi dan tentara masuk.

Dampak dari ledakan menewaskan seorang pria yang sedang melewati bangunan serta melukai lima orang, termasuk anggota layanan darurat. Semua penyerang berhasil melarikan diri, jelas polisi.

Thailand adalah negara mayoritas beragama Buddha namun perlawanan terhadap kekuasaan pemerintah pusat di tiga wilayah yang ada di selatan negara itu, provinsi mayoritas penduduknya Muslim di Pattani, Yala dan Narathiwat telah ada selama beberapa dekade.

Ribuan orang telah tewas sejak terjadinya perlawanan Muslim Pattani, menurut Deep South Watch, yang memonitor kekerasan di Selatan Thailand.

Pemerintah militer yang dipimpin Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan bulan ini mereka akan menghidupkan kembali perundingan perdamaian yang dimulai pada tahun 2013 lalu di bawah pemerintahan sebelumnya.

Sumber : Islam Pos

Sejarah Mali, Emas di Tengah Gurun Pasir


Saat ini, Mali dikenal sebagai salah satu negara termiskin di dunia. Harapan hidup dan angka melek huruf pun sangat rendah. Kekerasan yang dilakukan oleh pemberontak dari suku Tauregs di wilayah utara Mali mengancam negara miskin itu ter-disintegrasi menjadi dua wilayah. Hal ini yang menjadikan Mali kian disorot akhir-akhir ini. Namun Mali memiliki perjalanan sejarah yang tidak selalu negatif dan menyedihkan. Dahulu, Mali adalah contoh konkret dari kesuksesan sebuah kerajaan Islam. Hal itu membuat iri masyarakat dunia. Di sana ada harta karun, sebuah tambang emas di padang gurun.

Geograpi

Mali terletak di sebelah selatan Gurun Sahara. Ada sebuah batas garis yang mencolok di sana; di sebelah Utara terdapat sebuah padang pasir yang gersang dan tandus berbatasan dengan hutan hujan di sebelah selatan. Yang dikenal dengan Sahel.
Rute perdagangan di Afrika
Rute perdagangan di Afrika
Mali sangat minim akan wilayah subur. Penduduk setempat lebih memilih memanfaatkan tanah sebagai lahan tambang barang yang bernilai. Emas dan garam telah menjadi komoditi yang menggeliatkan perekonomian masyarakat Mali selama ratusan tahun. Jalur perdagangan yang saat itu terbentang dari Mali ke pantai Afrika Utara meberikan berkah bagi mereka. Para pedagang di pantai Afrika Utara akan membayar mahal emas dan garam hasil bumi Mali yang kemudian diekspor ke Eropa dan ke Asia Barat atau Timur Tengah. Jalur perdagangan ini sangat menguntungkan dan membuat etnis Mandinka (etnis utama di Afrika Barat) menjadi orang-orang kaya.

Perkembangan Islam di Mali

Di jalur-jalur perdagangan, transaksi tidak hanya pada barang-barang dagangan saja. Pedagang muslim juga membawa Islam selain membawa barang dagangan mereka. Sambil bertransaksi emas dan garam, dakwah Islam juga gencar dilakukan. Dari tahun 700-an dan seterusnya, Islam perlahan mulai memiliki basis di Sahel Afrika Barat. Awalnya negara-negara  non muslim dari Afrika Barat mencoba menghambat penyebaran Islam. Mereka mengupayakan agar Islam tidak masuk di komunitas-komunitas besar dengan cara memisahkan umat Islam dengan komunitas tersebut. Namun upaya itu tidak berarti banyak, Islam semakin diterima masyarakat dan negara-negara muslim pun mulai bermunculan.
Kerajaan Islam pertama di Mali didirikan oleh seseorang yang bernama Sundiata Keita. Ia merupakan seorang tokoh di masanya dan legenda bagi orang-orang setelahnya. Kisah tentangnya terus bergulir dalam kurun abad sejarah masyarakat Mali. Masa yang lama dan daya ingat yang lemah membawa cerita tentang dirinya menjadi kabur dan rancu bahkan cenderung diada-ada. Ada yang mengisahkan bahwa ia memiliki kemampuan luar biasa, bisa mencabut pohon besar seakar-akarnya kemudian di tanam lagi di halaman rumah ibunya. Namun satu hal yang disepakati, dialah pendiri kerajaan Islam pertama di Mali dan memiliki peranan yang penting dalam pertumbuhan populasi umat Islam di Afrika Barat, khususnya di tahun 1230. Dia menyebut raja dengan istilah Mansa dalam bahasa Mandinka.

Mansa Musa dan Perjalanan Hajinya

Mansa kesepuluh Mali adalah Musa I, yang memerintah dari 1312-1377. Dia naik tahta tatkala saudaranya, Mansa Abu Bakar, memimpin ekspedisi melintasi Samudera Atlantik untuk menemukan benua Amerika jauh sebelum Columbus. Kisah paling pemerintahan Mansa Musa menyebar dan banyak diketahui lantaran perjalanan hajinya pada tahun 1324.
Sebagai seorang muslim yang taat, Mansa Musa bersikeras menyempurnakan rukun Islam, yakni rukun Islam yang kelima ibadah haji ke Mekah. Lokasi tempat tinggalnya yang jauh dan terpencil membuat perjalanan spiritual ini dirasa sulit dan mustahil bagi sebagian orang, bahkan di dunia modern saat ini pun masih ada orang yang beranggapan demikian. Pada tahun 1324 Musa berangkat dari Mali dengan rombongan 60.000 orang menuju tanah suci.

Gambaran Mansa Musa dari atlas Eropa
Gambaran Mansa Musa dari atlas Eropa

Dengan image sebagai salah satu kerajaan terkaya di dunia, kafilah ini pun harus membuat kesan yang baik di daerah-daerah yang mereka lewati. 12.000 pelayan Musa menemaninya dalam perjalanan, masing-masing pelayan mengenakan sutra yang mahal dan membawa £ 4 emas. 80 ekor iring-iringan onta berbaris bagaikan mobil-mobil rombongan pemimpin negara di era sekarang. Masing-masing onta membawa antara 50-300 pon serbuk emas. Kemudian didermakan kepada orang miskin di sepanjang perjalanan. Hewan-hewan eksotis dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat turut memperkuat kesan “wah” bagi orang-orang yang melihat rombongan ini. Banyak riwayat dan kisah dari berbagai daerah tentang perjalanan ini semakin membuktikan glamornya prosesi perjalanan ini.
Dalam perjalanan menuju Mekah ini, Mansa Musa sempat singgah di Mesir. Namun ia menolak bertemu dengan Sultan Mamluk penguasa Mesir, karena ia enggan melakukan ritual membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada sang sultan. Musa tahu hal itu tidak diperkenankan dalam Islam, karena bentuk pernghormatan demikian hanyalah dipersembahkan kepada Allah bukan kepada selain-Nya. Dia membuat kesan cukup mendalam pada jajaran pemerintahan Dinasti Mamluk, para pejabat tersebut kagum dengan pemahaman Musa terhadap Alquran, menjaga shalat di awal waktu, dan kesalehan pribadinya.
Saat di Mesir, Musa memperlakukan orang-orang yang ada di Mesir sama dengan orang-orang yang ia temui di sepanjang safarnya, baik rakyat maupun para pejabat. Ia membagi-bagikan emas kualitas terbaik hasil bumi Mali. Tak disangka, apa yang dilakukan Musa malah berdampak buruk terhadap perekonomian Mesir. Harga emas di Mesir jadi anjlok dan melupuhkan perekonomian Mesir. Satu dekade kemudian (10 tahun), Ibnu Bathutah mengunjungi Mesir, ia mencatat kedermawanan Musa yang kontraproduktif bagi masyarakat setempat, masih terasa. Dari sini kita mengetahui betapa kayanya Mali dan kuatnya perekonomian mereka hingga bisa berpengaruh pada negara lain yang cukup jauh dari wilayah mereka.

Kembali Ke Mali

Dalam perjalanan kembali ke tanah airnya setelah haji, Mansa Musa bersikeras membawa intelektual-intelektual muslim dan orang yang paling berbakat untuk kerajaannya. Dengan kekayaan yang sangat besar, ia berani membayar cendekiawan, seniman, guru, arsitek, dan orang-orang dari semua profesi untuk datang ke Mali dan berkontribusi pada pertumbuhan Islam di sana. Orang-orang hebat dibawa ke Mali dari Mesir, Suriah, Irak, Andalus, dan Hijaz.

Masjid Sankore dan universitas di Timbuktu dengan arsitektur khas Mali

Masjid Sankore dan universitas di Timbukutu dengan arsitektur khas Mali
Kebijakan Musa ini membawa efek yang sangat signifikan bagi perkembangan Mali. Arsitektur bangunan di Mali mulai menunjukkan corak arsitektur Spanyol, Arab, dan Persia. Akulturasi unik ini menciptakan karakteristik baru, gaya Afrika Barat yang masih terlihat pada arsitektur mereka kini. Kota legendaris Timbuktu mendapat perhatian Mansa Musa Haji secara khusus, dengan dibangunnya banyak masjid. Seperti Masjid Sankore yang dibangun oleh arsitek terbaik di dunia, Ibnu Ishaq. Mansa Musa membayar sang arsitek Andalusia itu dengan 200 Kg emas sebagai upah pembangunan Masjid Sankore di Timbuktu. Finansial kerajaan yang kuat, mampu membayar arsitek terbaik, ulama, dan guru sehingga membuat Mali, dan Timbuktu secara umum menjadi pusat pengetahuan Islam.

Pusat Ilmu Pengetahuan

Dampak yang paling signifikan dari program Musa Haji di Mali adalah kerajaan tersebut tumbuh sebagai pusat pengetahuan. Dengan ulama terbaik dari seluruh dunia Islam, Mali mengembangkan salah satu tradisi pendidikan terkaya di dunia pada saat itu. Perpustakaan ada di seluruh kota seperti Gao dan Timbuktu. Perpustakaan pribadi dan umum memiliki ribuan buku tentang materi fiqh Islam, astronomi, bahasa, sejarah, dll. Universitas besar menarik siswa berbakat dari seluruh Afrika untuk datang belajar di wilayah pusat pengetahuan ini.
Tradisi pengetahuan di Mali berlangsung sampai hari ini. Kalangan keluarga masih memiliki koleksi buku di perpustakaan pribadi dengan ratusan buku. Banyak dari buku-buku tersebut sudah berusia ratusan tahun. Orang-orang Mali sangat menjaga pengetahuan yang telah diwariskan dari zaman Mansa Musa, sampai-sampai sangat sulit bagi orang luar untuk mengakses buku-buku di perpustakaan besar.

Manuskrip dari Timbuktu tentang astronomi dan matematika.

Manuskrip dari Timbuktu tentang astronomi dan matematika.
Karena lingkungan mengancam buku-buku tersebut mengalami kerusakan, naskah-naskah kuno ini sekarang diperlihara lembaga desertifikasi dari Sahel. Masalah politik di Afrika Barat juga jadi ancaman yang bisa menghancurkan naskah kuno peninggalan sejarah itu. Karena itu, upaya membuat buku-buku tersebut dalam versi digital sedang diupayakan demi menjaga keberadaannya. Yayasan Pendidikan Timbuktu menjadi lembaga terdepan yang mengupayakan pen-digitalan buku, sebelum buku-buku tersebut punah dimakan usia. Berkat jasa yayasan ini, kita bisa membaca buku-buku tersebut secara online.
Karena Mali menjadi pusat pengetahuan di Afrika Barat, Islam pun memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat setempat. Lumrah, orang-orang biasa bisa menjadi pribadi yang berpendidikan, baik di bidang agama maupun ilmu-ilmu dunia. Efek pengetahuan ini terekam dalam catatan perjalanan Ibnu Bathutah ke Mali pada tahun 1350-an. Ibnu Bathutah mengatakan bahwa jika seorang pria ingin memiliki tempat duduk di shaf masjid saat shalat Jumat, maka dia harus mengirim putranya beberapa jam sebelum shalat dimulai agar ia dapat tempat di ruang masjid, karena masjid akan sangat penuh meskipun masih awal waktu.

Kesimpulan

Pentingnya possi Mali dan kontribusinya pada dunia bukanlah suatu yang dilebih-lebihkan. Dalam sejarahnya, Mali adalah salah satu pusat pengetahuan dan kekayaan Islam. Pengaruh Mali terhadap dunia mulai menurun sejak abad ke-16 hingga 18, sampai datang Prancis menjajah negeri tersebut pada tahun 1800-an. Rekam jejak sejarah ini tidak akan hilang. Hal ini akan terus hidup dalam perjalanan umat Islam di Afrika Barat, dan warisan itu akan tetap ada menjadi sumbangan bagi peradaban dunia.

Allahu a'lam.

Sumber : http://kisahmuslim.com/sejarah-mali-emas-di-tengah-gurun-pasir/

Seni Patung Kreatif tersusun dari Batu Bata

Posted by Unknown | 9/12/2014 08:20:00 AM Categories: ,
Brad Spencer termasuk dalam salah satu dari sangat sedikit seniman di dunia yang menciptakan patung menakjubkan dari batu bata. Brad telah menjadi pematung sejak tahun 1984.

Spencer mengatakan media bata memiliki semua karakteristik yang sama dari daya tahan dan pemeliharaan rendah sebagai bangunan bata. Terlihat bagus dengan lanskap dan  dapat menghibur untuk orang-orang yang sedang bersantai di sekitarnya.











Kreatifitas dalam hal seni memang seharusmya banyak dikembanggkan, sebagaimana yang dicontoh dari spencer, seharusnya juga menjadi  kesadaran bagi kita, agar apa yang menjadi passion pada diri kita juga bisa dirasakan oleh orang lain, sebab banyak hal yang mungkin saja bisa menjadi inspirasi dan penggerak orang lain agar menjadi lebih kreatif serta berani menuangkannya agar menjadi karya yang bisa dinikmati banyak orang.

Sumber : Apa Kabar Dunia.

Kamis, 12 Desember 2013

Rumah Sejuk dan Hemat Energi

Posted by Unknown | 12/12/2013 11:01:00 AM Categories: , ,
Season 1
Semangat Pagi ! Apa kabar youngers ? Pada semangat gak pagi ini, kali ini mimin gak pake momod mau bahas masalah rumah yang “Sejuk plus Hemat Energi” berhubung mimin (bukan momod) punya beberapa buku referensi bagus, bakal jadin beberapa artikel di OkeYoung aja ya sekalian belajar bareng kita. Oh iya, youngers udah pada baca kan kalimat pembuka paragraf diatas yaitu “Semangat Pagi” ini memiliki sejarah yang tidak panjang tapi sudah jadi icon diperguruan mimin bertapa, yang diprakasi oleh salah satu dosen keramat disana yang mengajar konstruksi, dari pada lama nanti mimin curhatnya, langsung aja kita bahas artikel kali ini, yuuuk mariii ...
 
Agan dan aganwati pasti punya rumah kan ? Walaupun numpang atau ngontrak, pasti ada tempat tinggallah, meskipun kecil seperti toilet umum misal, setidaknya patut disyukuri, sebab diluar sana banyak yang tidak memiliki rumah seperti itu, jadi beruntunglah anda #lhoo eh mohon mangap, maksudnya banyak yang tak memiliki tempat tinggal dan ngampar ditrotoar rumah orang (bukan jalan ya).
 
Sebelum itu, youngers harus mengetahui, rumah yang nyaman itu sebenarnya tergantung dari penilaian penghuni itu sendiri, tapi kita akan memberikan pengetahuan secara umum mengenai pembahasan artikel ini. Sebelumnya artikel ini akan jadi berseason-season, makannya gak hanya “Cinta Fitri” aja, lho saya juga berhak dong buat artikel ber season-season, hargailah HAM saya hhe, jadi pelototin terus ya ini artikel.


Pembukaan .


Ketika akan membangun suatu hunian, maka bukan hanya faktor keindahan luarnya saja yang perlu diperhatikan, namun calon penghuni nantinya juga harus bisa merasa nyaman beraktivitas didalamnya, dengan kata lain fungsi rumah tsb optimal, selain sebagai tempat yang nyaman, namun tidak menghilangkan identitas sang pemiliki tsb sesuai dengan aktivitas yang penghuni geluti atau inginkan. Oleh karenanya ada beberapa hal yang bisa kita garis bawahi,


Hunian itu nyaman secara Indrawi



Maksudnya, ketika suatu hunian yang hendak anda bangun tidak sesua dengan penangan fisika bangunan yang tepat, atau desain yang hendak dibangun tidak sesuai dengan kondisi iklim didaerah anda akan membangun hunian tsb, sehingga keterkaitan keduanya dapat menyebabkan permasalahn muncul, seperti kemungkinan borosnya energi yang akan digunakan untuk membuat penghuni nyaman, penggunaan material tambahan atau barang tertentu untuk menutupi kekurangan dari bangunan tsb, misal panas disiang hari dan terlalu dingin dimalam hari.
 
Kemudian seperti apakah kenyamanan itu sendiri ? Mari kita perhatikan, apakah kenyaman yang anda butuhkan sekedar kenyamanan thermal saja ? Oleh karenanya kenyamana secara inderawi secara umum berarti anda nyaman secara pendengaran (audio), penglihatan (visual) serta bisa merambah kepada aktivitas anda yang semakin menyenangkan ketika segala objek penunjang didalam rumah begitu nyaman digunakan serta disetiap ruang hunian memiliki udara yang sejuk dan segar untuk dihirup. Sehingga ketika anda merasakan hembusan angin, anda juga tidak ketinggalan untuk mendapatkan hangatnya sinar matahari yang cukup serta senandung kicauan burun disekitar pepohonan ditaman anda.
 
Jadi Siapkan Solusinya .

Banyak hal yang dapat anda siasati untuk membangun rumah hunian yang nyaman, misalnya, membuat plafond dan loteng yang tinggi, memberi lubang angin diatas pintu dan jendela, dsb. Siapkan juga area untuk anda tempatkan tanaman yang anda sukai, atau yang dapat memberikan kesejukan bagi penghuni entah itu bagi mata atau udara yang berhembus masuk kedalam hunian. Perlu kita ketahui bahwa saat ini telah banyak material yang bisa kita dapatkan, dan masing-masing memilki kelebihan dan kekurangan, ada baiknya anda banayk berkonsultasi dengan arsitek anda saat membangun istana anda nantinya sehingga kebutuhan dan pengetahuan akan material anda bisa terpenuhi sesuai biaya yang anda siapkan tanpa harus kecewa ketika istana yang anda idamkan telah berdiri kokoh. Kemudian diskusikan mengenai fisika bangunan sebelum menyetujui desain.
 
Namun, jika memang sudah terlanjur, maka perhatikanlah fisika bangunan yang telah berdiri, jika memang dibutuhkan renovasi, maka lebih bai direncanakan secara perlahan sesuai dengan prioritas kebutuhan suatu area yang ada dihunian anda, setelah itu, yakinlah, jika fisika bangunan anda sudah sesuai dengan iklim dan fungsional sesuai aktivitasa runganannya, insya Allah rumah anda lebih hemat energi dan tetntunya membuat anda nyaman meghabiskan waktu didalamnya.


Lanjut ke Season 2

Jakarta, 9 Shafar 1435 H

Penulis : Ibnu Abdullah

Senin, 09 Desember 2013

Lingkungan dan Sahabat yang Baik

Posted by Unknown | 12/09/2013 11:06:00 AM Categories:

DR.Abdul Wahhab bin Nashir Ath-Thariri hafizhahullah berkata :
Ketika engkau berada pada satu lingkungan masyarakat yang tidak melakukan hal sia-sia, kamu mencintai mereka dan merekapun mencintaimu. Maka dalam masyarakat seperti ini, sejatinya engkau telah menyicipi sedikit dari nikmat surga di dunia.”
Mereka saling bersaudara, duduk berhadap-hadapan di dipan-dipan” (QS. Al Hijr: 47)
@altriri Dr Abdul Wahhab bin Nashir ath Thariri Dosen dan pernah menjabat sebagai tim kurikulum Universitas Muhammad bin Su’ud,murid Syaikh Ibnu Jibrin.
Feb 13, 2012 9:57 am - twitulama – (Mutiara Nasehat dari Para Ulama Jilid II,Prima Al-Mirluny)
---oOo---
Salah satu kebahagian orang-orang mukmin didunia, kala ia dapati bahwa ia dipertemukan dan dikumpulkan bersama dengan orang-orang yang beriman pula, sama-sama memegang teguh Tauhid, serta Al-Qur’an dan As-Sunnah, mengarungi bahtera dunia ini sebagaimana pengelana yang hendak siap meninggalkan tempat singgahnya didunia, mereka saling tolong menolong, tak peduli siapapun orang yang dapat mereka temui dalam perjalanan, suku, bangsa, serta budaya tak menghalangi perbedaan mereka, sebab yang menjadi acuannya adalah Kalam sang Illaah, yang Maha Tinggi, Maha Mulia, serta tuntunan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wa Sallam, hingga kau dapat bayangkan keadaan meraka laksana Matahari yang terbit dan terbenam sesuai tempatnya, atau benda-benda langit yang kau lihat beredar sesuai orbitnya, atau hujan yang turun yang menumbuhkan bumi sesuai takarannya, mereka tak lepas dari apa yang Allah kehendaki padanya.
Sungguh, ana rindu orang-orang itu, meskipun ku takkan bisa sanggup memumpuni apa yang telah mereka capai, atau apa yang telah mereka amalkan, atau apa yang telah mereka ajarkan, setiapnya ada kelebihan, ada kadar ikhlasnya, ada kadar lelahnya, dan ada kadar hasilnya, namun cukuplah Allah sebagai penilai dihasil akhir, karena sebagai salah satu hamba-Nya, ana bisa mensyukuri sebaik ana mampu bersyukur atas ikatan perasaudaran yang telah Rabb semesta alam ini tetapkan,
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, oleh karena itu damaikanlah antara kedua saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah supaya kalian mendapat rahmat.” (Al-Hujuraat :10)
Berharap ada haru dalam pertemuan, ada cinta dalam perjumpaan, ada kasih dalam setiap nasihat dan ada uluran kala terjatuhnya. Maka, sungguh setiap manusia terkadang lupa akan dirinya, betapa kecilnya ia, dan betapa butuhnya ia akan Rabb-nya akan nasihat dan bantuan saudaranya, serta akan turunnya kesejukan dalam hati penuh kemarau.
Semoga ana dapat bertemu orang-orang yang baik dari sisi-Nya yang Allah tunjukkan untukku didunia ini, mereka tidak akan meminta sesuatu imbalan atas apapun yang diberikannya selain imbalan dari Rabb-nya, Allah Azza Wa Jalla, bukan tetap berdiri tegak karena suatu kelompok, atau orang tertentu, atau terbakar semangatnya karena orang yang ia ikuti pendapatnya atau kelompoknya. Sungguh bukan kelalaian atau yang serupa yang ia habiskan dalam waktu-waktunya, bahkan ia ajarkan tuk selalu berbuat kemaslahatan, untuk dirinya dan orang sekitarnya, meskipun saat ini kita belum berjumpa atau telah berjumpa, semoga suatu saat kita dapat berjumpa, ingin rasanya ku nikmati betapa benar kalam yang telah turun dalam ayat-Nya.
Catatan ini kutulis untuk mereka, mungkin ayat ini dapat sedikit memberikan gambaran :
Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. (Al-Balad: 17).
Allahu a’lam.
Penulis : Ibnu Abdullah
Jakarta, 15 Dzulqa’dah 1434 H.
Sudah Membaca Al-Qur'an hari ini? Sudah Shalat Wajib pada waktunya ?